Berkenalan dengan Compound Interest

December 4th, 2014 Comments off

”Money can’t buy happiness, but it can buy a lot of cool stuff to distract you from noticing how unhappy you are.”

Pada bab sebelumnya, saya membahas soal “price vs T5″, value denqan haraoan aqarAnda bisa membelaniakan value dengan harapan agarAnda bisa membelanjakan uang Anda secara efektif sehingga Anda mendapatkan barang dengan harga murah (low price) tetapi nilai guna tinggi (high value).

Pada bab sebelumnya, saya juga sudah bercerita soal create vs consume. Harapannya adalah supaya Anda tergerak untuk menghasilkan sesuatu, tak melulu mengonsumsi sesuatu. Mengapa saya menulis soal price vs value dan create vs consume?

Rumus untuk membangun kekayaan (wealth building) sebenarnya sederhana, yaitu you must produce more income than you spend and invest the difference. Sederhana, mudah dipahami, namun tak semua orang bisa melakukannya.

Nah, dari pembahasan soal price vs value sebelumnya, saya berharap Anda bisa belajar untuk menurunkan belanja Anda (lower your spending). Sementara dari pembahasan soal create vs consume, saya berharap Anda bisa meningkatkan income Anda (increase your income). Tujuannya apa? Supaya selisihnya bisa Anda investasikan.

Mengapa kita harus berinvestasi?

Because you want to enjoy the best years of your life. Because you don’t want to need to worry about money anymore.

Karena Anda sudah bosen hidup susah. Iya kan?

Nah, sekarang izinkan saya untuk memperkenalkan kepada Anda kekuatan bunga-berbunga (the power of compounding interest).

Albert Einstein menyebut compound interest sebagai “the eight wonder of the world” atau keajaiban dunia yang ke-8.

Compound interest memungkinkan kita mendapatkan ks“ investasi yang cukup besar dengan modal awal yang latif tidak besar. Kalau selama ini Anda bekerja untuk Fhang (you work for money), maka kini saatnya uang yang afgekerja buat kita (money work for us).

Misalkan Anda punya Rp10 juta hari ini. Uang tersebut 1 akan diinvestasikan dengan bunga 15% per tahun, dalam ljangka waktu 1O tahun ke depan. Maka, bunga yang akan Anda peroleh seharusnya sebesar Rp10 juta dikali E 15% dikali 10 tahun atau sama dengan Rp15 juta. Bila ditambahkan dengan modal pokok, maka total uang Anda E akan menjadi Rp25juta.

Tapi nyatanya, hasil yang Anda peroleh akan lebih besar dari Rp25 juta karena ada sistem bunga-berbunga (compounding interest).

Jadi, pada tahun pertama, investasi Anda akan bertumbuh menjadi Rp11,5 juta. Tahun kedua, Anda akan mendapatkan 15% dari Rp11,5juta tersebut, atau sebesar Rp1,725 juta. Pada akhir tahun kedua total uang Anda akan menjadi sebesar Rp13,225 juta. Pada tahun ketiga, U Anda akan mendapatkan 15% lagi dari uang tersebut. Begitu seterusnya hingga akhir tahun ke-10. Nah, pada akhir tahun ke-1O nanti, modal Anda akan bertumbuh menjadi tak kurang dari Rp40 juta.

Di sini Anda bisa melihat ada perbedaan signifikan dengan bunga biasa dengan bunga-berbunga (compounding interest). Selisihnya cukup besar, yaitu Rp40juta dikurangi.

Categories: Uncategorized Tags:

Sudahkah Anda Berada di Jalan yang Benar?

December 4th, 2014 Comments off

“On wall street today, stocks skyrocketed, spiraled, plummeted, soared, roared, mushroomed, ballooned, jolted, jiggled, plunged, plundered, dipped, dived, dumped, dragged, snoozed, cruised, crasbed, smashed, bounced, spun, careened, choked, caved, tanked, sizzled, and fizzled.”

Kalau kita bicara soal perencanaan keuangan, maka kita akan selalu bertanya-tanya, apakah kita sudah berada di jalan yang benar? Saya, Anda, kita semua pasti punya rencana-rencana yang ingin kita raih di masa depan. Tapi apakah untuk menggapai rencana tersebut kita sudah on target atau malah behind schedule?

Cara cepat untuk menentukan apakah kita sudah berada di jalan yang benar adalah salah satunya dengan

mengukur kekayaan bersih (net worth). Berapa sih seharusnya kekayaan bersih yang kita miliki saat ini?Apakah seseorang berusia 30 tahun dengan kekayaan bersih Rp50 juta lebih buruk daripada seseorang berusia 60 tahun dengan kekayaan bersih Rp200 juta? Bagaimana kita bisa mengukurnya?

Dalam buku The Millionaire Next Door, Thomas Stanley dan William Danko mengusulkan sebuah formula berikut:

“Multiply your age times your realized pretax annual household income from all sources except inheritances. Divide by ten. This, less any inherited wealth, is what your net worth should be.”

Kalikan usia Anda saat ini dengan seluruh penghasilan tahunan Anda (selain warisan/hibah). Kemudian, dibagi dengan 10. lnilah angka yang seharusnya mencerminkan kekayaan bersih Anda saat ini. Kalau Anda menikah (punya tanggungan), maka tinggal Anda kalikan dua dari angka tersebut.

Misalkan usiaAnda sekarang 35 tahun. Anda mendapatkan gaji Rp100 juta per tahun. Anda tidak punya tanggungan apa-apa. Berapakah seharusnya kekayaan bersih yang Anda miliki saat ini?

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut: 35 (tahun) dikali 100 (juta) dibagi 10 sama dengan 350. Jadi setidaknya Anda harus punya kekayaan bersih sebesar Rp350 juta saat ini. Seandainya usia Anda saat ini 60 tahun dan menikah, Iongan penghasilan yang sama (Rp100 juta per tahun), inaka seharusnya Anda punya kekayaan bersih sebesar hp1,2 miliar.

Formula ini bukan sesuatu yang baru, karena hanya Ememodifikasi dari formula klasik “10% savings rule.” E’Formula ini juga menyederhanakan aspek lain seperti Elnflasi, pajak, suku bunga, dan sebagainya. Namun, Eformula ini cukup bisa menjadi cara cepat dan mudah untuk mengukur kekayaan Anda. Selain itu, biar pun f sederhana, formula ini sudah teruji secara matematis.

Nah, sebelum kita masuk ke pembahasan yang lebih teknis dan lebih detail, cobalah Anda ukur kekayaan bersih

Anda. Apakah Anda sudah berada di jalan yang benar’? Apakah Anda sudah bisa melebihi standar tersebut? Atau malah Anda tertinggal di belakang?

Categories: Uncategorized Tags:

Memahami Perbedaan Create vs Consume

December 4th, 2014 Comments off

Anda menghasilkan uang? Apakah barang tersebut malah menghabiskan uang Anda? Ataukah justru barang itu bakal menyusahkan Anda nantinya?

Mayoritas pembelian yang kita lakukan biasanya berujung pada liabilities (utang/tanggungan). Apalagi, bila kita membelinya sekarang dengan utang (kartu kredit). Lebih parah lagi, pembelian tersebut biasanya untuk barangbarang yang sifatnya konsumtif, bukan untuk barangbarang yang produktif atau bisa digunakan untuk cari duit. Akibatnya, pembelian-pembelian tersebut hanya akan menguras waktu dan energi Anda. Celaka sudah.

Cobalah untuk mengevaluasi pembelian-pembelian yang sudah Anda lakukan dalam 1-2 bulan terakhir. Menurut Anda, apakah pembelian-pembelian itu adalah pembelian yang memang valuable (worth the money) atau tidak? Apa yang bisa Anda simpulkan dari pembelian-pembelian Anda selama 1-2 bulan terakhir ini?

Mulai saat ini, sebelum melakukan pembelian apa pun (apalagi yang harganya cukup mahal), ajukan pertanyaan ini ke diri Anda sendiri:

What value will this provide? Will this help me become a better person?

Kalau jawaban untuk dua pertanyaan tersebut adalah “YA,” then go for it. Tapi kalau “TIDAK,” segeralah untuk membuang jauh pikiran Anda untuk membelinya.  We earn money 5 days a week, but we spend money 7 days a week!”

Pada bab sebelumnya, saya sudah mengulas soal price vs value. Maka kaii ini saya ingin membahas soal creating something vs consuming something.

Fakta yang terjadi di dunia ini adalah bahwa sebagian besar dari kita hanya bisa mengonsumsi, tidak bisa memproduksi atau menghasilkan sesuatu. Most people don’t create. Most people consume.

Mungkin terdengar sederhana, namun perbedaan ini akan terasa sangat signifikan sekali pengaruhnya.

Di dunia ini, produsenlah yang menghasilkan uang dan konsumenlah yang menghabiskan uang. Produsen adalah mereka yang diuntungkan. Konsumen adalah mereka yang cenderung dirugikan.

Jadi, kalau Anda sudah bosan hidup susah dan ingin mengubah hidup Anda, maka mulailah melihat dari perspektif produsen.

Jadilah seorang produsen. Buatlah sesuatu yang punya value dan diminati orang banyak. Start becoming in demand. Start taking the drivers’ seat.

Sebelumnya Anda membeli laptop dan BlackBerry dengan kacamata konsumen. Anda menggunakannya hanya untuk bermain game, BBM dengan teman-teman, atau ngobrol yang tak terlalu penting.

Sekarang, mulailah melihat dari kacamata produsen.

Cobalah manfaatkan laptop Anda untuk menghasilkan sesuatu, menulis buku, membuat aplikasi pemrograman, atau menggambar desain yang bisa dijual, dan seterusnya. Cobalah manfaatkan BlackBerry Anda untuk membuat group guna memasarkan pakaian dan aksesori. Pergunakan BlackBerry Anda untuk membangun kontak dengan prospek atau caion customerAnda. Apa pun yang bisa dilakukan dari kacamata seorang produsen.

Kalau selama ini Anda cuma gemar membeli buku karya Ebrang lain, mengapa tidak mulai mencoba menulis buku iAnda sendiri?

Kalau selama ini Anda hanya mengikuti seminar orang i lain, hey, kenapa tidak Anda buat seminar Anda sendiri? Toh, Anda juga punya keahlian dan knowledge yang bisa ii berguna buat orang lain, bukan? Kalau selama ini Anda berpikiran untuk membeli franchise orang lain, mengapa tidak mencoba membuat sendiri E bisnis Anda dan menjual lisensi franchise-nya kepada A oranglain?

Percayalah, perubahan mindset ini akan sangat berpengaruh sekali.

Kebanyakan orang-orang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya, dari slip gaji yang satu ke slip gaji yang lain, tak jarang berujung pada utang.

Mengapa?

Karena kita hanya berfokus pada membeli, membeli, dan membeli sesuatu. Kita tidak pernah berfokus pada menghasilkan atau menjual sesuatu.

So, from now on, start producing something! Start becoming in demand. Start taking the drivers’ seat.

Categories: Uncategorized Tags:

Sumber Dari Segala Sumher Masalah (Part II)

December 4th, 2014 Comments off

4) Mencari kenikmatan sesaat. lstilah kerennya instant gratification. Misalnya, “mumpung lagi ada diskon,” atau “mumpung kita lagi di Singapore, sekalian aja belanja,” atau “kapan lagi ada kesempatan ngeborong kayak gini?” Terdengar familier buat Anda?

5) Suka menunda. lstilah kerennya procrastination. Ya, manusia memang makhluk yang aneh. Kalau untuk keperluan konsumsi (hura-hura), cenderung ingin segera mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun untuk keperluan investasi (produktif), justru kalau bisa ditunda-tunda.

6) Simbol keterikatan. Kita melihat suatu barang memiliki keterikatan simbolik (attachment/entitlement) terhadap pemiliknya. Misal, memiliki mobil MercedesBenz dianggap sebagai simbol kesuksesan. Punya arloji Rolex diibaratkan pemiliknya adalah pribadi yang matang dan mapan. Membawa iPad ke mana-mana menunjukkan bahwa pemiliknya fancy dan up-to-date. Tentu saja, faktanya tidaklah selalu demikian.

7) Tidak memiliki rencana. Barangkali inilah yang paling parah. Kita tidak pernah menghitung (boro-boro merencanakan) penghasilan (earning) dan belanja (spending) kita. Kita tidak punya anggaran (budget), tidak mencatat pengeluaran, tidak memiliki strategi untuk meningkatkan penghasilan, dan belum menyusun rencana investasi. Jadi, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sumber dari segala sumber masalah adalah diri kita sendiri, sikap mental kita sendiri, dan kebiasaan kita sendiri.

5) mencari kambing hitam. Jangan menimpakan kesalahan pada orang Iain. Sebaliknya, mari kita lakukan introspeksi dan buat perubahan dari diri kita sendiri.

Categories: Uncategorized Tags:

Sumber Dari Segala Sumher Masalah

December 4th, 2014 Comments off

“A credit card is what you use when something costs too much and you want to pay more for it.”

Berdasarkan riset yang saya lakukan, 97% massalah yang dihadapi orang-orang terkait dengan keua ngarl adalah soal utang-piutang dan kartu kredit. Padahal. sejatinya utang-piutang adalah masalah yang sederlnana. Kartu kreditjuga pada awalnya diciptakan untuk memlbantu kita. Lalu, mengapa keduanya malah menjadi sulmber masalah?
Pertama, perlu digaris bawahi bahwa utang piutang dan kartu kredit bukanlah masalah, melainkan gejala atau symptom.

Apabila dirunut secara kronologis, maka, permasalahan keuangan lahir sebagai akibat dari belanja yang berlebihan (excessive spending) danatau kurangnya penghasilan (insufficient income. Bila dirunut lebih jauh lagi, sesungguhnya kedua haltersebut muncul sebagai akibat darigaya hidup (life habits)yang kurang sesuai.

Hal inilah yang menyebabkan mengapa persoalan keuangan menjadi masalah yang sering kali sulit diatasi oleh sebagian besar orangmasalah keuangan sangat erat dengan masalah gaya hidup.

Permasalahankeuanganyang dihadapi seseorang adalah cerminan dari gaya hidup (life habits) dan sikap mental (attitudeyang dimilikinya.

 

Inilah mengapa begitu banyak buku, majalah, tabloid, website, blog, dan sumbersumber informasi lain yang mengulas soal permasalahan keuangan. Kita berharap bahwa ada sesuatu rahasia” atau insider tips” yang bisa membantu persoalan keuangan kita. Kita terus mencari dan mencari lagi informasiinformasi baru. Sayangnya, makin banyak buku, majalah, tabloid, website, blog, dan tulisanyangkitabaca, malah membuatkitamakinbingung dan tidak mengatasi masalah. Karena masalah sesungguhnya ada di dalam diri kita sendiri.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang lumrah kita

lakukan:

1) Salah membuat prioritas. Kita sering salah dalammenyusun prioritas. Kitamerasabahwa setelah kita membeligadgetterkiniatau mobilterbaru, akan memberikan kita rasabahagia dan nyaman. Padahal kenyataannya tidak demikian.

2) Melihat kartu kredit sebagaiuang. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa kartu kredit adalah sama dengan uangyang bisa kita gunakan kapan saja untuk berbelanja dan membeli sesuatu. Cara kerja kartu kredit tidaklah demikian.

3) Impulsive spending. Kita membeli sesuatu hanya menuruti emosi dan ego dalam diri kita sendiri tanpa ada pertimbangan dan pemikiran secara rasional. Nilai guna dan kebermanfaatan dari suatu barangyang kita beli dikalahkan oleh faktor emosi dan ego.

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Masakan Pad Thai (Thailand)

March 4th, 2014 Comments off

Bahan:

250 gram kwetiau kering

1/2 sdt garam

500 ml air

250 gram daging ayam tanpa tulang, iris kotak tipis

250 gram udang besar, kupas, sisikan ekornya

3 butir telur

¼ gram taoge besar

30 gram daun ketumbar, cincang

50 gram kacang tanah, sangrai, buang kulitnya, cincang kasar

3 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu:

4 siung bawang putih, memarkan

3 buah cabai merah besar, iris bulat

2 batang daun bawang, potong 1 cm

I butir jeruk nipis, ambil airnya

2 sdm kecap ikan

Cara Membuat:

* Didihkan air dengan garam dan sedikit minyak. Masukkan kwetiau, rabus hingga matang. Angkat, tiriskan.

* Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan cabai mcerah dan daun bawang, tumis hingga layu. Masukkan daging ayam, tumis hingga berubah warna. Tambahkan udang, air jaruk nipis, kecap ikan, dan telur. Aduk hingga udang dan telur matang.

Masukkan taoga, daun keturnbar, kacang tanah, dan kwetiau. Masak hingga semua bahan matang dan bumbu meresap. Angkat, sajikan dalam keadaan hangat.

Untuk 4 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Masakan Pat Puk Ruamit (Thailand)

March 3rd, 2014 Comments off

Bahan:

4 buah jamur shiitake kering, rendam hingga mengembang, p0t0ng-potong

150 gram jamur merang, belah-belah

150 gram jamur kancing kalengan, tiriskan

100 gram bayam

50 gram taoge

5 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu:

I helai daun bawang, iris serong 2 siun bawang putih, haluskan

2 cm jahe, cincang halus

3 sdm kecap manis

2 sdm kecap asin

2 sdm saus sambal

Cara Membuat:

Tumis daun bawang hingga layu. Masukkan bawang putih dan jahe, tumis hingga harum. Masukkan semua jamur. Masak sambil diaduk

aduk hingga layu.

Tambahkan kecap manis, kecap asin, bayam, dan taoge. Tumis hingga matang. Tambahkan saus sambal, aduk rata. Angkat, sajikan.

Untuk 4 porsi

 

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Punch Markisa

March 2nd, 2014 Comments off

Bahan:

300 ml sirup / jus markisa

800 ml sari jeruk

1 liter soft drink tanpa warna

400 ml air es

1 buah nanas, potong kecil-kecil memanjang

1 butir kelapa muda, keruk memanjang daging buahnya

1 buah mangga muda, serut daging buahnya

5 buah markisa matang, ambil bijinya

Es batu secukupnya

Cara Membuat:

Campur jus markisa, sari jeruk, soft drink dan air es Aduk rata. Sisihkan.

Satukan nanas, kelapa muda, mangga muda, dan biji markisa. Campur dengan larutan jus markisa. Simpan dalam lemari es.

Tuang ke dalam gelas saji, lalu beri beberapa es batu diatasnya.

Untuk 4 orang

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Masakan Choco Cheese Cookies

March 1st, 2014 Comments off

Bahan:

200 gram mentega

100 gram gula halus

2 kuning telur

200 gram tepung terigu

50 gram susu bubuk

15 gram cokelat bubuk

1 kuning telur, untuk olesan

50 gram keju cheddar, parut

Cara Membuat:

* Kocok mentega dan gula halus sampai tercampur rata. Tambahkan kuning telur, kocok rata. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan cokelat bubuk sambil diayak. Aduk sampai tercarnpur rata.

Gilas adonan, lalu potong-potong bentuk belah ketupat. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin. Oles dengan kuning telur dan tabur keju parut di atasnya. Panggang di dalam oven bersuhu 160°C selama 15 menit. Keluarkan, biarkan dingin. Simpan di dalam stoples kedap udara.

Hasil 550 gram

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Masakan Oden

March 1st, 2014 Comments off

Bahan:

5 potong sayap ayam

5 butir telur puyuh, rebus, kupas

6 buah bakso ikan

150 gram tahu putih, goreng

150 gram wortel, potong bulat

200 gram kentang, potong dadu

I batang daun bawang, iris ½ cm liter air

Bumbu:

3 siung bawang putih, haluskan I sdt merica bubuk

4 sdm kecap kikkoman

1sdl gala pasir

2 salt garam

1/2 sdt kaldu ayam instan

Cara Membuat:

Campur air dan scmua bumbu, rcbus hingga mcndidih. Masukkan sayap ayam, masak hingga sctcngah mulang.

Masukkan bahan Iainnya (keculi dun bawang), masak dengan api sedang hingga semua bahan matang. Tambahkan daun bawang, aduk

hingga layu. Angkat, Sajikan hangat.

Untuk 4 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags: